
PT HENING ARTHA WISESA
LEGACY INDONESIA
Investment Advisory & Facilitation I Site Assessment & Project Coordination I
Licensing & Regulatory Compliance I Environmental Permits & AMDAL I
Legal & Corporate Advisory I Government Relations I Business Establishment
MANDARIN EDUCATION I TAIWAN STUDY & INTERNSHIP CONSULTING
since 2014

Ani
1 Jun 2026
CEO Legacy mengadakan pelatihan guru di Legacy
Legacy Indonesia Integrated Academy akan menyelenggarakan pelatihan intensif bagi calon guru dan guru yang sedang bergabung dalam lingkungan pendidikan Legacy. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama lima hari efektif dalam rentang tanggal 21 Juni hingga 26 Juni 2026, dengan fokus utama pada penguatan kompetensi mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.
Pelatihan ini akan dipimpin langsung oleh Hengky Albert Waroka Tjia, B.Sc., M.A., pendiri dan pengelola Legacy Indonesia Integrated Academy. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap tenaga pengajar yang bergabung dengan Legacy memiliki standar pengajaran yang jelas, terarah, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini.
Menurut Hengky, kualitas sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, fasilitas, atau jumlah siswa, tetapi terutama oleh kualitas guru yang berdiri di depan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi bagian penting dari sistem pembinaan internal Legacy sebelum para guru benar-benar terjun mengajar secara aktif.
“Guru bukan hanya penyampai materi. Guru adalah pembentuk karakter, pembimbing cara berpikir, dan jembatan masa depan bagi siswa. Karena itu, sebelum mengajar, guru harus terlebih dahulu dibentuk, diarahkan, dan dipersiapkan dengan serius,” ujar Hengky.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai metode pengajaran bahasa asing, manajemen kelas, teknik membangun komunikasi dengan siswa, penyusunan materi ajar, evaluasi pembelajaran, serta strategi menghadapi berbagai karakter peserta didik. Untuk guru Mandarin, pelatihan akan menekankan pada dasar fonetik, nada, karakter Hanzi, pola kalimat, serta metode mengajar siswa Indonesia dari tingkat nol. Sementara untuk guru Bahasa Inggris, materi akan diarahkan pada kemampuan komunikasi praktis, penguatan grammar dasar, speaking class, classroom instruction, dan pembelajaran berbasis kebutuhan nyata siswa.
Selain aspek akademik, pelatihan ini juga akan membahas etika kerja, kedisiplinan, tanggung jawab sebagai pendidik, serta nilai-nilai pelayanan dalam dunia pendidikan. Legacy ingin membangun budaya kerja yang bukan hanya mengejar hasil, tetapi juga menanamkan ketulusan, konsistensi, dan integritas dalam proses mengajar.
Target peserta pelatihan adalah guru-guru yang sedang bergabung maupun calon guru yang akan menjadi bagian dari Legacy. Melalui program ini, setiap peserta diharapkan dapat memahami visi besar Legacy sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk memiliki kesempatan belajar, bekerja, dan berkembang di tingkat internasional.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan Legacy dalam memperkuat sistem pembelajaran terpadu, khususnya di bidang Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan siswa terhadap kemampuan bahasa asing, Legacy menilai bahwa guru harus memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi kemampuan bahasa, metode pengajaran, maupun mentalitas sebagai pendidik.

Hengky menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan proses seleksi, pembentukan, dan penyamaan standar. Guru yang bergabung di Legacy diharapkan mampu mengajar dengan hati, berpikir sistematis, dan memiliki komitmen kuat terhadap perkembangan siswa.
Melalui pelatihan intensif ini, Legacy Indonesia Integrated Academy berharap dapat melahirkan tenaga pengajar yang lebih profesional, disiplin, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan bahasa di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Legacy dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, terarah, dan berdampak nyata bagi masa depan siswa.