top of page

PT Hening Artha Wisesa Lakukan Survei Lokasi Proyek Pusat Data Hexavia di Indonesia

Christian

16 Jul 2026

PT Hening Artha Wisesa diwakili oleh Hengky Albert Waroka Tjia, B.Sc., M.A. Hingga saat ini, tim telah melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi potensial di wilayah Tangerang, Karawang, Subang, dan Bekasi.


Tangerang, 21 Juli 2026 — PT Hening Artha Wisesa secara resmi menerima kuasa untuk melakukan survei, asesmen awal, serta koordinasi strategis dalam rangka mendukung rencana investasi berskala besar Hexavia Corporate Pte. Ltd. di Indonesia.


Dalam pelaksanaan tugas tersebut, PT Hening Artha Wisesa diwakili oleh Hengky Albert Waroka Tjia, B.Sc., M.A. Hingga saat ini, tim telah melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi potensial di wilayah Tangerang, Karawang, Subang, dan Bekasi.


Survei dan asesmen tersebut meliputi evaluasi kesesuaian lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, aksesibilitas kawasan, potensi pasokan listrik berkapasitas besar, serta kemudahan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terkait.




Rencana investasi Hexavia berfokus pada pembangunan kawasan pusat data (data center) di atas lahan seluas kurang lebih 20–25 hektare. Proyek tersebut dirancang sebagai salah satu investasi infrastruktur digital berskala besar yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri teknologi, ekonomi digital, dan ekosistem pusat data di Indonesia.


“Setiap lokasi memiliki keunggulan dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, survei dan asesmen harus dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait kepastian lahan, ketersediaan pasokan listrik, kesiapan infrastruktur, perizinan, serta keberlanjutan pengembangan proyek dalam jangka panjang,” ujar Hengky Albert Waroka Tjia.


PT Hening Artha Wisesa juga berperan dalam mendampingi koordinasi dengan PT PLN (Persero), pemerintah daerah, pemilik lahan, penyedia utilitas, dan pihak terkait lainnya. Berdasarkan kajian awal, kebutuhan daya listrik proyek diproyeksikan berada pada kisaran 200–400 megawatt pada tahap awal, dengan potensi peningkatan kapasitas mengikuti perkembangan pembangunan dan kebutuhan operasional.


Proses penentuan lokasi akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kelayakan teknis, legal, komersial, lingkungan, dan sosial. Lokasi yang memenuhi seluruh persyaratan akan direkomendasikan kepada pihak investor sebagai dasar untuk melanjutkan proses uji tuntas, pengadaan lahan, perizinan, dan persiapan pembangunan.


Proyek pusat data Hexavia tersebut diproyeksikan mulai direalisasikan pada akhir 2026. Apabila seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, investasi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai investasi asing langsung, memperkuat infrastruktur digital nasional, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar kawasan proyek.


Melalui penugasan ini, PT Hening Artha Wisesa menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis yang menjembatani kepentingan investor dengan kebutuhan pembangunan nasional serta memastikan investasi dapat direalisasikan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.


bottom of page